Tenda 2×3

Setiap bangun di pagi hari, sering ku lakukan memperhatikan teman-teman yang masih tidur pulas di dalam tenda berukuran 2×3 ini, ekspresi yang dimunculkan hanyalah ekspresi kelelahan, kelelahan setelah bekerja, berlomba, begadang bahkan kelelahan karena harus membersihkan pekarangan kamp tempat regu kami bernaung.

Posisi dalam tidur sudah sedemikan rupa kami atur, bukan atur supaya kami bias tidur teratur, namaun kami atur agar tidur kami acak-acakan. Alhasil kadang kepala bertemu kepala, kaki bertemu kaki, bahkan kaki pun tak mau ketinggalan untuk bertemu dengan kepala.

Hal ini biasa dilakukan dikarenakan sebuah mitos yang berkembang diantara anak-anak pramuka dizaman itu. “Jangan tidur sejajar, atau tersusun rapi. Usahakan tidur dengan posisi acak, minimal sebagian peserta mengambil posisi kepal di sisi kanan tenda, dan kaki di sisi kiri tenda, sebagaian peserta lain mengambil posisi kepala di sisi kiri tenda dan kaki kea rah sisi kanan tenda. Biar ga gampang kesurupan”. Setidaknya kalau ada salah satu peserta yang kesurupan atau dimasuki roh halus, peserta yang lain tidak akan ikut kesurupan.

Anehnya, entah karena percaya, atau memang posisi seperti itu nyaman, kami anak-anak pramuka sering melakukan hal itu jika saat istirahat dibumi perkemahan menghampiri kami. Lantaran bingung menata karena beberapa peserta sudah tidur terlebih dahulu sehingga mau tidak mau yang datang berikutnya harus mengambil posisi yang kosong.

pramuka

pramuka

Lomba tingkat 2 atau LT.2. Alpha lebih seru lagi, tidur diluar garis teroterial tenda 2×3 ini. Sebagian badannya sudah berada diluar tenda.

“Anak ini pasti akan masuk angin” pikir ku

Diluar perkiraan, Alpha malah pulas tidur sampai pagi. Anak ini memang sedikit unik, sulit untuk dibangunkan, dan cepat ketika sudah waktunya tidur. Seperti malam itu, ketika sebagian tubuhnya keluar dari jalur kewajaran tenda, padahal malam itu ada hujan yang mengguyur bumi perkemahan kami.

Ketika bangun pagi Alpha marah-marah kepada kami teman seregunya. “Siapa yang menyiran ku? Kenapa tubuh ku basah?”

“Tadi malam hujan” Bagas berusaha menjelaskan

Alpha melongo melihat ke langit

Kami, ikut melongo, Boim melihat langit.

***
Boim, katanya nama ini diambil karena dia ketika botak wajahnya imut, ada juga yang bilang kalau nama itu diberikan karean dia yang pertama kali botak. Dalam regu kami, setiap penggalang diwajibkan memotong rambut hingga ukuran rambut hanya tinggal 1 cm. Seperti ABRI atau aparat-aparat Negara, kami diumpamakan seperti mereka.

Nah, ketika perintah mencukur rambut diterapkan, Boimlah yang pertama kali melaksanakan perintah dari Pembina kami. Beberapa Pembina mengatakan dia juga imut kalau botak, akhirnya Boimlah nama lapangan untuk dia. Kadang aku berfikir, apa benar boim ini imut?

Boim anak terakhir dari 3 bersaudara, kakak-kakak nya merupakan senior pramuka tempat kami dibina. KArena anak terakhir mungkin membuat dia agak dimanja, sehingga sikap polosnya sering menggemparkan kami. Nanti akan ku ceritakan tentang Boim ini kawan.

Saat tidur, boim termasuk yang paling pulas, dan paling hilang nyawa ketika dibangunkan, sehingga kalau dibangunkan pendamping maka jurus mabuk lah yang dikeluarkannya.

Saat tidurpun kami masih menggunakan kostum lengkap, agar jika ada panggilan dari panitia baik Pinru (pimpinan Regu) maupun panggilan berkumpul untuk seluruh peserta kami sudah siap siaga. Sehingga, kadang didalam tenda 2×3 sering tercium bau kaus kaki, yang sudah beberapa hari kena keringat, lumpur, hujan dan kering lagi dibadan tapi masih tetap dipakai. Boim lebih kreatif, dia memebeli sebuah kaus kaki produk luar CNI. Dengan bangga dia memamerkan kaus kakinya. “Kaus kaki ku baru. CNI. 3 bulan dipakai tanpa dicuci ga bakalan bau” Bayangkan menggunakan kaus kaki selama 3 bulan tidak dicuci.

Bayangkan!!!!

11 thoughts on “Tenda 2×3

  1. Yurida Yuri mengatakan:

    pertama,aku pengen ketawa dulu,,,hahahahahahahaaaaaaaaaaaaa,,,dasar si afip nich,,bisa aja,,,strory pramuka km bikin inspirasi untuk cara tidur ala dukun,biar ga kesurupan,,hahaa

  2. ninik mengatakan:

    Kesimpulanku ya pip, “KAMU SANGAT JOROK!!!!”

    wkwkwkwkwk

  3. thatha mengatakan:

    hahahahaa…
    #ngakak guling2😀

  4. Ira Apni Purwasih mengatakan:

    Hahahaha…:D lawak…
    tapi msh kurang seru pif…:D ayo tulis yg lebih seru lagi…msh banyak baget deh kayaknya yg belum diceritain..😀
    trus kalau bisa lebih deskriptif lagi…:) biar semua pada tau gimana gambaran dunia camp…:D
    and bisa ngerasain langsung…sampai ketawa ngakak,,,,:D

  5. afif mengatakan:

    Hu’uh cerita per BAB kok..
    ini bab awal, tenda 2×3 ceritanya ttg sekilas pramuka. maih banyak cerita lain ^^
    mudah2an suatu saat bisa d bukukan ci-ileeeeeeh

  6. Ira Apni Purwasih mengatakan:

    hope it became true…^_^ insyaAllah…:)

  7. perwita mengatakan:

    mas afif ternyata anak pramuka ya??/ heheh,, baru tau??
    saraane,,, kch poto2 juga mas biar lebih siiepp n menarik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s